Pendidikan Dasar
Menumbuhkan literasi sains sejak dini melalui kearifan lokal yang dekat dengan keseharian anak.
MERSICS adalah gerakan, komunitas, sekaligus episentrum riset yang menerjemahkan kearifan lokal Nusantara menjadi bahasa sains yang inklusif dan inovatif.
MERSICS menjembatani kesenjangan antara sains (fisika) murni dan realitas budaya masyarakat. Berakar pada filosofi Etnofisika Terapan — konsep sains berbasis budaya yang diimplementasikan langsung ke dalam ekosistem pembelajaran — kami bergerak dari hulu ke hilir untuk mengaplikasikan hasil riset pada empat ranah utama.
Menumbuhkan literasi sains sejak dini melalui kearifan lokal yang dekat dengan keseharian anak.
Memperkuat nalar kritis dan pemahaman sains kontekstual pada jenjang SMP–SMA.
Ruang integrasi akademik sekaligus laboratorium inovasi riset lanjutan.
Memanfaatkan prinsip fisika di balik tradisi sebagai solusi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadi episentrum pergerakan (movement) dan inovasi riset etnofisika terapan terdepan, yang mengintegrasikan kearifan lokal Nusantara dengan sains modern demi terwujudnya masyarakat pendidikan inklusif yang bermakna dan berdampak sosial.

Tiga pilar utama implementasi nilai-nilai MERSICS.
Kajian ilmiah untuk membedah konsep fisika yang tersembunyi dalam arsitektur rumah adat, alat musik, hingga permainan tradisional.
Inkubator ilmu pengetahuan untuk merancang inovasi media pembelajaran, alat peraga, dan teknologi pendidikan masa depan yang inklusif.
Mendistribusikan produk pendidikan dan pendampingan secara luas tanpa membeda-bedakan, guna membangun komunitas pendidik yang berdaya.
Sebagai akademisi dan peneliti di Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), saya mendedikasikan karier akademis untuk menjembatani kesenjangan antara konsep fisika teoretis dengan realitas budaya lokal dan isu global.
Riset saya bertumpu pada tiga pilar terintegrasi: Etnofisika & Pengetahuan Asli sebagai fondasi konten; Isu Aktual dan Kontekstual seperti energi terbarukan, mitigasi bencana, dan kesehatan sebagai ranah aplikasi; serta Media Pembelajaran Berbasis Teknologi — digital maupun riil — sebagai wahana hilirisasi.
Tujuannya: menciptakan pembelajaran fisika yang berteknologi tinggi, berakar budaya, dan relevan secara sosial.
Sumber: Google Scholar, Scopus, dan SINTA. Perbarui angkanya lewat dashboard.
Pengembangan modul interaktif, media berbasis IoT, animasi AR/VR, dan alat peraga simulasi mikroskopis virtual.
Menggeser paradigma riset ke pengkajian kearifan budaya lokal dan isu kontekstual untuk dihilirisasikan menjadi bahan ajar terapan.
Mengintegrasikan kerangka etnofisika ke dalam kurikulum berskala nasional dan menghasilkan framework pedagogi baru.
Kami terbuka untuk riset bersama, hibah penelitian, maupun diskusi seputar pengembangan inovasi pendidikan fisika berbasis budaya dan isu kontekstual.