Mersics Bulletin

“Bertukar sementara, gagal move on selamanya”, Sepenggal kisah PMM Batch 3 di ujung negeri…

Kegiatan Modul Nusantara, Kunjungan Rumah Ibadah (Vihara)

Tidak pernah menyangka sebelumnya, diberi kesempatan dan peluang mewujudkan salah satu impian untuk bisa mengenal lebih jauh daerah yang dulu dirasa mustahil untuk menginjakkan kaki di sana. Berdiri di atas kaki sendiri di tanah rantau, tidak punya saudara bahkan tidak kenal siapapun, berhasil survive dengan orang-orang hebat yang bernasib sama dari berbagai daerah di Indonesia. Bertukar cerita atas keunikan daerah masing-masing, membawa cerita yang kini kami harap bisa menginspirasi banyak orang.

Segelintir cerita yang sangat berkesan untuk dijadikan bagian dari kisah hidup yang monoton. Terkadang, perbedaan lebih memberikan warna. Ya, bertukar sementara, gagal move on selamanya. Itulah yang kini tengah saya rasa setelah mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3Aceh menjadi tempat singgah saya untuk mengawali eksplore budaya Indonesia. Keindahan alam pulau Sabang, sistem pemerintahannya yang berbeda dari daerah-daerah yang ada di Indonesia, sampai dengan rasa penasaran saya akan bagaimana toleransi di daerah yang terkenal dengan hukum syariat islamnya, berhasil menjadi alasan saya menginjakkan kaki di tanah Rencong. Sedangkan, rasa penasaran saya akan bagaimana suasana berkuliah di salah satu kampus terbaik sekaligus tertua di pulau Sumatera, menjadikan Universitas Syiah Kuala sebagai tujuan PMM ini. 

Melalui PMM ini, sebenarnya adalah cara alternatif mengetahui seluk beluk seluruh daerah yang ada di Indonesia, tanpa harus keliling Indonesia. Berada dalam satu cerita dan lingkaran yang sama dengan teman-teman dari seluruh Indonesia, membuat saya mengerti arti sejatinya “Bhinneka Tunggal Ika”. 

Keindahan bawah laut di pulau Rubiah, Sabang

Kontribusi Sosial bersama UKM BSPD (Bakti Sosial Pembangunan Desa)

Bukan hanya tentang yang berbeda harus bersatu, tetapi tentang bagaimana toleransi tinggi dan pemangkasan ego pribadi diperlukan atas pemersatu perbedaan tersebut. Warna-warni almamater dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini, apakah tidak cukup menggambarkan betapa berwarna dan mengasyikannya program PMM ini? Tentunya ini di luar penantian BBH cair yaa…

Kegiatan Modul Nusantara adalah hal yang paling dinanti bagi kami anak PMM di setiap minggunya, setelah berkutat di dunia perkuliahan. Hitung-hitung healing-laah. Ntah itu berkunjung ke tempat bersejarah, refleksi tafakur alam sampai pada kegiatan kontribusi sosial.

Saya sendiri bukan hanya menjadikan program PMM ini sebagai ajang healing atau pelarian dari kehidupan yang monoton. Tetapi, sebagai ajang mencari jati diri sekaligus mencari sosok lain dalam diri saya dan potensi yang mugkin bisa dibilang masih tersembunyi. Mengikuti UKM teater salah satu caranya. Bersandiwara di Aceh yang masih kental dengan keseniannya.

Suatu keberuntungan bagi kami anak PMM 3 bisa turut merasakan suasana event akbar Aceh yang diselenggarakan 5 tahun sekali yaitu PKA (Pekan Kebudayaan Aceh).

Pementasan Teater Nol Aceh

Event yang mengenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Aceh selama sepekan penuh. Mulai dari makanan khas, rempah-rempah dan hasil bumi lain, baju adat, sampai pada seni pertunjukan. Juga dimeriahkan dengan adanya pawai perahu dan pawai budaya.

Memanfaatkan peluang yang ada, di ujung Barat Indonesia kok tidak bersuara. Yang bener aja, rugi dong !!!

Maka itu saya ikut kepanitiaan dan mengisi acara di sana, mengenalkan daerah saya melalui sebuah karya. Mengemasnya dengan apik agar tidak dibilang narsis apalagi asimilasi budaya.

Berkunjung ke salah satu anjungan di PKA-8 Aceh

Aceh memang bukan lah tempat saya, tapi apakah saya harus asing dan menjadikannya alasan untuk tidak memiliki progress di sana ? Perbanyaklah relasi untuk melengkapi bagian kosong dalam cerita mu. Sampai kamu menemukan kenyamanan di sana dan lupa untuk pulang. Emang boleh sejatuh cinta ini ? Jangan lupa cinlok sama warlok yaa.

Masih banyak dokumentasi yang ingin saya bagi, tapi ini bukan album pribadi. Saya mau kalian langsung merasakannya sendiri!!!

Baca puisi di acara Pressure 11

Lomba baca puisi

Penulis
Jesica Amelda
Physics Education A 2022
Member of Mersics Vol. 2

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *